MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS 'HOME INDUSTRY' UNTUK MEMPERKUAT KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN DESA


KARYA: MIRANDA LUFTI NASUTION, SISWI SMAN 11 MEDAN

Sesuatu tidak bisa menjadi besar jika tidak dimulai dari hal kecil. Itulah mengapa Presiden Joko Widodo berinisiasi untuk memajukan Indonesia yang dimulai dari daerah terkecil di Indonesia yakni pedesaan. Salah satu isi dari Nawacita Presiden Joko Widodo adalah: “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan”. Hal fundamental yang harus dilakukan untuk memperkuat desa adalah dengan memperkuat sektor ekonominya. Oleh karena itu, pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar 1,4 Milyar Rupiah untuk memperkuat perekonomian desa. Dengan ekonomi yang kuat, desa akan mampu mengembangkan dan memajukan daerahnya secara mandiri dengan tetap mendapat pengawasan dan pembinaan dari pemerintah pusat.

Mengacu pada pengertian desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yaitu: “Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dengan demikian, desa memiliki kewenangan penuh dalam mengelola dan memajukan desanya sendiri termasuk dalam hal peningkatan perekonomian. Lanjutkan membaca....